Monday, June 2, 2014

Mancing Orgasme

Awalnya dahulu kala sekali, opini saya tentang pemancing itu seperti orang yang menanti sesuatu hal yang belum pasti :D ibaratnya ibu-ibu nunggu penjual sayur lewat, belum pasti ada.. siapatau gerobaknya rusak hari itu jadi tidak jualan hehee...

Sampai suatu hari ada teman yang ajak memancing dengan sedikit paksaan, akhirnya saya beli piranti pancing yang seadanya. Target mancing di kolam liar, empang-empang atau sungai (fresh water). Kejadiannya persis seperti yang saya pikirkan, pasang umpan kemudian lempar, lalu duduk menunggu sambaran. Kita bisa santap bekal dan minum kopi dulu sambil menunggu ada yang makan umpan. Strike perdana biasa saja, tidak serta merta bikin ketagihan seperti sekarang ini

Berikutnya diajak lagi mancing naik perahu sekitar bagan, jadi mesti upgrade piranti dong untuk salt water... Maka saya beli 1 joran fiber 2 pcs plus reel model 2000, merk nya sih yang abal-abal tapi lumayan tahan sampai sekarang. Trip ke bagan ini juga tidak memuaskan, saya belum menemukan sensasinya. Joran dan reel sempat nganggur sekian lama karena tidak ada trip mancing salt water ( laut) lagi.

Naah..pada ajakan yang berikutnya inilah saya baru menemukan kenikmatan memancing. Saya pindah kelompok baru, kelompok yang skillnya lebih setingkat dari kelompok pertama. Jadi ceritanya saya diajak mancing di dermaga. Di dermaga ini saya mendapatkan sensasi strike, fight beberapa menit dengan ikan sampai joran melengkung dan akhirnya saya kopi darat dengan sang ikan =))

Berangkat dari pengalaman di dermaga itu, saya mulai mendalami pengetahuan tentang memancing. Cari data mulai dari cara mengikat kail yang baik dan benar, sampai ke teknik mancing untuk tiap lokasi ( fresh/salt water ). 

No comments: